Kumpulan Istilah – Istilah Properti yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Beli Rumah di Jakarta
Kumpulan Istilah Istilah Properti yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Beli Rumah di Indonesia

Kumpulan Istilah – Istilah Properti yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Beli Rumah di Jakarta

Dalam proses transaksi jual beli properti, seringkali kita akan bertemu dengan banyak istilah yang mungkin terdengar asing. Memahami istilah-istilah tersebut penting, terutama bagi mereka yang terlibat dalam dunia properti, baik sebagai investor, pembeli, atau penjual.

Berikut ini adalah kumpulan istilah properti di Indonesia yang perlu diketahui:

Istilah Properti di Indonesia menurut abjad

A

Agen Properti 

Seorang perantara antara penjual dan pembeli properti yang bertugas mencari listing dan melakukan penjualan.

Agunan 

Jaminan yang diberikan oleh debitur kepada bank untuk mendapatkan pembiayaan, dimana jika debitur gagal membayar cicilan, aset tersebut akan diberikan kepada bank.

AJB (Akta Jual Beli)

Dokumen resmi yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang menandai pemindahan hak atas tanah atau bangunan karena proses jual beli.

Amortisasi

Proses pengurangan utang dengan pembayaran berkala yang terdiri dari pembayaran pokok dan bunga.

Anami

Singkatan dari “Apartemen Sederhana Milik”, merupakan apartemen dengan kelas di antara rusunami dan apartemen/kondominium.

Anchor Tenant

Penyewa dengan skala besar di proyek properti komersial seperti mal atau pasar modern yang bertujuan untuk menarik pengunjung.

Anuitas Rest

Perhitungan pembebanan bunga efektif dengan periode tahunan, dimana jika debitur membayar lebih untuk mengurangi pokok kredit, maka beban bunganya akan berkurang.

Aparthouse

Rumah tapak dengan konsep apartemen yang biasanya memiliki lebih dari 3 lantai namun tetap memiliki hak milik atas tanah.

B

Backlog

Kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun dengan jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat.

BBN (Bea Balik Nama)

Biaya untuk mengganti nama kepemilikan tanah.

BP Tapera (Badan Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat)

Lembaga yang membantu mengelola keuangan masyarakat untuk memiliki rumah.

BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan)

Pajak yang dikenakan kepada pembeli properti.

BPN (Badan Pertahanan Nasional)

Lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas di bidang pertanahan.

Broker

Perantara antara pembeli dan penjual properti yang mendapat keuntungan dari komisi.

Bunga Mengambang (Floating Rate)

Suku bunga yang berubah-ubah berdasarkan kebijakan Bank Indonesia.

Bunga Tetap (Fixed Rate)

Suku bunga yang tetap dari awal hingga akhir masa pinjaman.

C

Capital Gain

Keuntungan dari penjualan aset investasi properti dibandingkan dengan harga saat membeli.

Cash Flow

Aliran dana yang mencatat sumber dan penggunaan dana.

Cash Back

Penawaran untuk mendapatkan pengembalian uang tunai dari promosi pemasaran developer.

Cluster

Lingkungan tempat tinggal dengan desain dan ukuran bangunan yang serupa.

Co-broking

Kerjasama penjualan properti antara dua agen properti.

Cost and Fee

Sistem kontraktor dalam membangun properti yang menggabungkan jasa pelaksanaan dan pengawasan.

Cut and Fill

Proses meratakan tanah untuk pembangunan properti.

D

Demand

Permintaan terhadap suatu jenis properti dalam kurun waktu tertentu.

Developer

Pihak atau perusahaan yang membangun properti.

Down Payment

Uang muka saat menyewa atau membeli properti.

E

Earlybird

Membeli properti saat pertama kali ditawarkan dengan harga yang lebih murah.

Escrow

Badan penengah antara penjual dan pembeli untuk menitipkan uang tanda tangan hingga penyelesaian transaksi.

F

Fixed Rate dan Floating Rate

Fixed Rate adalah suku bunga tetap (Fixed) dalam kerjasama antara kontraktor dan pelanggan. Sementara Floating Rate adalah suku bunga yang berubah mengikuti ketentuan pemerintah.

Fasum (Fasilitas Umum)

Sarana dan prasarana untuk kepentingan umum seperti jalan, angkutan umum, dan lain-lain.

Fasos (Fasilitas Sosial)

Fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum seperti puskesmas, sekolah, dan lain-lain.

FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)

Program untuk menyediakan pinjaman KPR kepada rumah subsidi dengan bunga terjangkau.

G

Girik atau Letter C

Surat keterangan kepemilikan tanah atau bangunan dari lurah.

Groundbreaking

Penggalian pondasi bangunan sebagai tahap awal proyek properti.

GSB (Garis Sempadan Bangunan)

Batas terluar properti yang tidak boleh dilampaui dalam membangun bangunan.

GSJ (Garis Sempadan Jalan)

Batas terdepan pagar bangunan yang telah ditetapkan dalam rencana kota.

H

Hak Sewa

Hak yang diberikan dari pemilik tanah kepada penyewa dalam jangka waktu tertentu.

HGB (Hak Guna Bangunan)

Hak untuk mendirikan dan memiliki bangunan atas tanah selama jangka waktu tertentu.

HGU (Hak Guna Usaha)

Hak untuk melakukan kegiatan di atas tanah negara.

HPL (Hak Pengelolaan Lahan)

Hak untuk mengelola lahan.

I

IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

Izin yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan properti.

IPB (Izin Penggunaan Bangunan)

Izin yang diberikan kepada properti yang telah memenuhi syarat fungsi perlengkapan bangunan.

Investor

Transaksi real estat dengan motivasi membeli properti untuk mencari keuntungan dari sewa atau penjualan kembali.

Indent

Pembelian properti dengan skema pemesanan terlebih dahulu.

IPL (Iuran Pengelolaan Apartemen)

Biaya perawatan apartemen yang harus dibayarkan penghuni kepada manajemen gedung.

K

Kopel

Dua rumah berderet dengan satu desain yang dipisahkan oleh satu dinding.

Kanto (Kantor Toko)

Bangunan properti yang berfungsi sebagai area komersial sekaligus perkantoran.

KMB (Kelayakan Menggunakan Bangunan)

Izin yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada sebuah bangunan yang baru dibangun.

KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Pinjaman yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan tertentu.

KPA (Kredit Pemilikan Apartemen)

Pinjaman yang diberikan kepada pembeli apartemen.

KDB (Koefisien Dasar Bangunan)

Persentase perbandingan antara luas area yang dibangun dengan luas area yang tersedia.

KLB (Koefisien Lantai Bangunan)

Persentase perbandingan luas lantai yang boleh dibangun dengan luas area yang tersedia, diberlakukan pada bangunan yang tinggi.

L

LTV (Loan to Value)

Rasio antara nilai kredit terhadap jaminan pada saat awal pemberian kredit.

Loss Transaction

Kesalahan perhitungan ketika membeli properti yang tidak memperhitungkan biaya tambahan.

M

Master Plan

Area pengembangan properti berskala besar oleh satu atau beberapa developer.

Mixed Use Development

Proyek properti yang mencakup hunian dan area komersial.

N

Negosiator

Petugas yang berunding dengan pemilik properti mengenai harga dan serah terima.

Notaris

Pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik.

Nice Property

Properti yang bernilai bagus dari segala sudut pandang.

NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)

Harga terendah atas suatu properti yang menjadi dasar pengenaan pajak.

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Identitas seseorang dalam hal pajak.

O

Okupansi

Tingkat penyewaan unit properti.

Owner

Pemilik sebuah properti.

Baca Juga: Simak 7 Tips Memilih Kantor yang Tepat Untuk Bisnis Anda!

P

Property Crash

Situasi harga properti yang turun tajam.

Prosperous

Wilayah yang menguntungkan untuk investasi properti.

Primary Market

Properti baru yang dijual kepada pemilik pertama.

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Pajak yang dikenakan terhadap tanah dan bangunan.

PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah)

Pejabat yang membuat akta otentik mengenai hak atas tanah.

PPh (Pajak Penghasilan)

Pajak yang dikenakan terhadap penghasilan.

PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli)

Perjanjian awal antara penjual dan pembeli properti.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Pajak atas transaksi jual beli.

Putusan Banding

Keputusan pengadilan pajak atas suatu sengketa.

R

RAB (Rencana Anggaran Biaya)

Perhitungan biaya untuk proyek konstruksi.

Ready Stock

Properti yang sudah terbangun dan siap huni.

Recession

Penurunan daya beli terhadap properti.

Refinancing

Pembiayaan ulang KPR.

Rukan (Rumah Kantor)

Bangunan yang berfungsi sebagai hunian dan tempat usaha.

Ruko (Rumah Toko)

Bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan usaha.

Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik)

Apartemen subsidi.

Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa)

Apartemen sewa.

S

SBDK (Suku Bunga Dasar Kredit)

Suku bunga dasar yang digunakan bank.

Scout

Petugas peninjau lokasi properti.

Secondary Market

Properti yang dijual kembali.

Serah Terima

Proses penyerahan kunci properti dari penjual ke pembeli atau pihak ketiga.

Service Charge

Biaya tambahan untuk layanan properti.

SHM (Sertifikat Hak Milik)

Dokumen legalitas kepemilikan properti.

SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan)

Izin untuk mengolah lahan.

SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah)

Izin penggunaan tanah.

Sinking Fund

Biaya perawatan fasilitas umum.

Site Plan

Rencana pembangunan pada tanah kavling.

SKK (Surat Keputusan Keberatan)

Keputusan atas keberatan terhadap ketetapan pajak.

SKP (Surat Keputusan Pembetulan)

Surat keputusan untuk membetulkan kesalahan dalam penerapan ketentuan perpajakan.

SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

Izin usaha perdagangan.

SMF (Secondary Mortgage Facility)

Lembaga pemberi pinjaman dengan jaminan KPR.

SOHO (Small Office Home Office)

Properti yang menggabungkan tempat tinggal dengan kantor.

SPOP (Surat Pemberitahuan Objek Pajak)

Surat pemberitahuan objek pajak.

SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang)

Surat pemberitahuan pajak.

Strata Title

Hak milik atas unit rumah susun atau apartemen.

Sunrise Property

Kawasan yang menjanjikan untuk investasi.

Sunset Property

Kawasan yang tidak memiliki potensi baik untuk investasi.

Supply

Ketersediaan properti untuk memenuhi permintaan.

Surveyor

Petugas yang meninjau lokasi properti.

T

TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Pendaftaran perusahaan.

Tenor

Jangka waktu pembayaran cicilan kredit.

Top-up

Meningkatkan batas kredit pinjaman.

Topping Off

Pemasangan atap bangunan sebagai penanda akhir konstruksi.

Turn Key

Serah terima kunci proyek dari developer kepada customer.

Turn Over

Waktu balik modal sebuah investasi.

U

Urban

Kawasan perkotaan.

Y

Yield

Keuntungan dari nilai sewa properti per tahun.

Dengan memahami istilah – istilah properti tersebut, diharapkan dapat membantu dalam proses transaksi dan investasi properti Anda. Jika anda membutuhkan lebih banyak informasi seputar juan beli properti di Indonesia, jangan ragu untuk menghubungi konsultan kami hari ini!

Dapatkan konsultasi gratis, panduan, serta pendampingan selama proses pembelian hunian properti impian anda di Jakarta oleh konsultan Lets Move Group Jakarta , semuanya gratis!

Get Your Free Consultation

Berita Terbaru

Memiliki apartemen merupakan salah satu pilihan hunian yang populer di masa kini. Namun, sebelum membeli apartemen, penting untuk memahami perbedaan antara Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) dan Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKGB). SHMSRS adalah bukti kepemilikan atas unit apartemen, yang merupakan bagian dari sebuah bangunan bertingkat. Sertifikat ini memberikan hak penuh kepada […]

Bagi banyak orang Indonesia, memiliki properti merupakan salah satu investasi penting dalam hidup. Baik itu rumah tinggal, apartemen, ataupun tanah, properti dapat menjadi sumber keamanan finansial dan stabilitas di masa depan. Namun, di balik kebahagiaan memiliki properti, seringkali aspek penting dalam kepemilikan properti terabaikan, yaitu persiapan untuk masa depan, terutama dalam hal warisan. Membuat akta […]

Menemukan hunian yang ideal di Jakarta Selatan, kawasan metropolitan yang dinamis dan penuh pesona, bisa menjadi sebuah petualangan. Bagi yang belum siap berkomitmen jangka panjang, memiliki mobilitas tinggi, atau ingin mencoba tinggal di berbagai lokasi lebih baik menyewa properti di Jakarta daripada membeli. Menyewa menawarkan fleksibilitas dan kemudahan, memungkinkan anda pindah tempat tinggal dengan mudah […]

Membeli properti di Indonesia dengan PT PMA, apakah bisa? PMA, atau Penanaman Modal Asing adalah bentuk entitas legal yang dapat digunakan oleh investor asing untuk memiliki perusahaan di Indonesia. Selain fungsi korporasi tersebut, PT PMA disebut juga sebagai cara paling aman bagi orang asing untuk memiliki properti di Indonesia. PT PMA memungkinkan perusahaan asing untuk […]

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan solusi finansial bagi individu yang ingin memiliki rumah tanpa harus mengeluarkan seluruh dana sekaligus. KPR umumnya menggunakan aset pribadi sebagai jaminan, namun, bolehkah menjaminkan aset perusahaan untuk KPR? Jawabannya, ya, KPR dengan jaminan aset perusahaan dimungkinkan. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti jenis entitas legal perusahaan dan ketentuan […]

Industri properti di Indonesia digadang menjadi salah satu investasi paling stabil sejak 2021. Industri properti merupakan salah satu leading sektor yang menggerakan perekonomian Indonesia dengan realisasi investasi industri properti yang mampu menduduki peringkat ke 4 terbesar melalui kontribusi sektor properti terhadap PDB Indonesia sebesar 14-16% setiap tahunnya. Oleh karenanya, memiliki properti di Indonesia baik untuk […]

Primary Property

Interest Rate

Floating Rate

Primary Mortage

Rate information

Interest rate is 4.7% fixed for the first 3 years, after that, the rate will move to a floating rate (currently 11%)

Requirements

  • Permanent employee/self-employed for at least 1 year in the same company/total 2 years of work
  • Professional/Businessman working for at least 2 years in the same field
  • At least 18 years old or married

General Personal Requirements

  • Photocopy of husband’s / wife’s ID card (if married)
  • Photocopy of Family Card
  • Copy of Marriage Certificate (if married)
  • Photocopy of Tax ID Number of Applicant
  • Salary Slip / Certificate of Income for the last 1 month original
  • Photocopy of 3 months bank statements
  • Developer’s House Booking Letter / Broker’s Cover Letter

*Disclaimer